YOGYAKARTA, KOMPAS.com -
Riyuh anak-anak kecil berenang di saluran air akan terdengar jika mengunjungi,
Dusun Blawong 1, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Mereka berenang dan bermain
air saluran primer sodetan Sungai Opak dengan riang tanpa takut sampah, karena
warga Dusun Blawong 1 sudah mengubah wajah saluran air tersebut menjadi bersih.
Belasan anak datang untuk
bermain dan menikmati segarnya air Sungai Opak yang dibelokkan sebagai irigasi
pertanian warga. Talut kali tersebut dihias gambar warna-warni.
Beberapa ibu menunggu
dipinggiran sambil mengawasi anak mereka bermain.
Tak perlu khawatir karena
kedalaman air di saluran primer ini hanya 1 hingga 1,5 meter. Selain itu, warga
sekitar juga menyewakan pelampung dan ban dalam.
Harganya pun cukup murah
dengan Rp 10.000 sudah bisa meminjam pelampung, ban dalam, jasa pemandu, dan
mendapatkan minuman ringan.
Salah satu anak yang
bermain, Rangga (11). Tanpa rasa takut, dia meloncat dari jembatan dengan
ketinggian sekitar 3 meter ke aliran air. Anak-anak bermain Di Sekitar Saluran
Irigasi Primer Dusun Blawong 1, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul,
Yogyakarta, Minggu (31/3/2019)(KOMPAS.com/MARKUS YUWONO)
Dirinya lalu berenang ke
pinggir sambil memanggil beberapa temannya untuk ikut bermain. Beberapa anak
yang lain juga tampak asyik bermain menggunakan ban dalam, masuk di bawah
jembatan.
"Sudah lama kok main di
sini. Enak airnya segar," kata Rangga, saat ditemui Kompas.com, di Dusun
Blawongan 1, Minggu (31/3/2019).
Berawal dari keprihatinan
Pengurus Desa Wisata Blawong
1, (Dewa Batu) Imam Nurhado menceritakan, saluran primer ini dibangun oleh
pemerintah tahun 2017 lalu.
Ide kreatif untuk menghias
bangunan talut dan membersihkan saluran primer ini berawal dari keprihatinan
masyarakat sekitar tentang kondisi saluran primer yang kotor dan dijadikan
tempat membuang sampah.
Oleh pengurus padukuhan
sudah dilakukan sosialisasi agar tidak membuang limbah rumah tangga ke saluran
irigasi, namun masih ada beberapa warga yang tidak mengindahkan.
Lalu, bulan Januari 2019,
warga mulai melakukan pengecatan di talut dan membersihkan saluaran irigasi
dari kotoran.
"Awalnya, pro dan
kontra itu biasa, setelah ada pendekatan pribadi, akhirnya masyarakat sadar
(tidak membuang limbah ke saluran irigasi). Saat ini, warga sudah tidak ada
yang membuang kotoran di sini. Mereka punya penampungan limbah," ucap dia.
Mulai 17 Maret 2019 lalu,
masyarakat setempat memanfaatkan untuk membuka jasa wisata susur aliran sungai.
Hal ini untuk mengajak
masyarakat kembali mengingatkan masa lalu, ketika air sungai masih banyak
dimanfaatkan anak-anak untuk bermain.
Tak mahal, hanya dengan Rp
10.000 sudah bisa meminjam pelampung, ban dalam, jasa pemandu, dan mendapatkan
minuman ringan. Saat ini, ada 57 orang pengurus dan pemandu yang terlibat dalam
pengembangan saluran irigasi primer.
Pengunjung bisa menikmati
900 meter aliran saluran primer yang dicat warna warnai.
Kedepan, menurut Imam,
masyarakat akan menata penjual kuliner, dan akan menyediakan kuliner masa lalu,
hingga permaianan anak. Seorang anak Sedang Melompat Untuk Mandi di Saluran
Irigasi Primer di Dusun Blawong 1, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul,
Yogyakarta Minggu (31/3/2019)(KOMPAS.com/MARKUS YUWONO)
"Kami ajak masyarakat
untuk mengingat memori masa lalu. Di mana masa lalu itu aliran sungai banyak
digunakan masyarakat untuk beraktifitas mandi dan lain sebagainya," ucap
dia.
Dia mengatakan, meski
dikembangkan sebagai kawasan obyek wisata, namun yang utama adalah mengajak
masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Dengan aliran air yang
bersih, kesehatan masyarakat akan terjaga. "Yang terpenting lingkungan
sehat," ucap dia.
Pengurus Dewa Batu lainnya,
Erwin Purnomo menambahkan, untuk sementara ini, upaya promosi dilakukan di
sekolah dasar dan PAUD kawasan sekitar Dusun Blawong 1. Selain itu, mereka
memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
Untuk jam buka, hari Senin
hingga Kamis pukul 15.00 WIB, Jumat buka mulai jam 13.00 WIB.
Untuk Sabtu dan Minggu,
sudah mulai buka 09.00 WIB, dan tutup pukul 17.00 WIB. "Semoga ke depan,
selain bersih, juga menggerakkan perekonomian warga sekitar," kata dia.
_________
_________
-------------
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serunya "Sungai
Warna-warni" di Bantul....", https://regional.kompas.com/read/2019/03/31/20502331/serunya-sungai-warna-warni-di-bantul.
Penulis : Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Editor : Robertus Belarminus
Penulis : Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Editor : Robertus Belarminus



0 Komentar